Kamis, 16 Juni 2016

Lelaki Hebatku (Puisi)

Lelaki Hebatku
Karya : Alief Sucianingsih

Awalnya aku buta
Buta akan apa itu cinta
Sampai kau datang dan menggugah hati

Hari demi hari terus berlalu
cahaya indah disetiap harinya mampu menghangatkan malamku
Angin yang menerpa mampu memperkuat rasaku

Kupikir cinta seperti muslihat
Penuh kemanisan yang berbisa
Berjanji setia namun akhirnya mati rasa
Namun ...
Kau membuat mataku terbuka
Membuat aku melihat
Cinta sangat berarti saat susah datang
Dimana kamu tetap hadir saat aku berbagi resah

Kupikir lagi cinta selayak laksana mentari
Menerangi semesta dengan sinarnya
Tapi kamu membuatku tersadar
Jika cinta seperti awan
Meneduhkan kala mentari menjadi terlalu terang

Bolehkah aku kejar bayang-bayangmu?

Bayang -bayang yang terus menghantui disetiap malamku
Yang selalu mengajakku untuk lebih cepat bertemu denganmu
Untuk sekadar melepas kata "rindu"

Jarak hanya masalah deretan angka
Waktu pun tega berjalan kian cepat
Tega memisahkan dua hati yang saling mencinta

Meskipun waktu hanyalah putaran dentingan sebuah jarum,
Ingatlah.
Aku mencintaimu tanpa mengenal jarak dan waktu

Aku tak memiliki kelebihan yang bisa kau banggakan
Namun, terimakasih
Karena untukku kau selalu bertahan

Banyak kemungkinan yang lebih baik dariku
Namun, terimakasih
Karena kau tetap memilih bersamaku

Kita bak sepasang burung
Dengan sepasang sayapnya yang berusaha terbang tinggi
Mengalahkan angin-angin yang mampu menjatuhkan kita kapanpun
Angin yang tak akan mengalah. Tak akan pernah mengalah untuk kita

Kau adalah bahagiaku
Bahagiaku yang sederhana, namun sangat manis
Pertemuanku denganmu sangat menakjubkan
Cerita kita penuh perjuangkan, bukan?
Rindu pun kerap kali menjadi teman setia diantara kita

Cinta ...
Cinta mampu menghangatkan hati yang dingin
Seperti matahari yang mencairkan gunung salju
Namun ...
Aku tak ingin menjadi mataharimu, yang terbit lalu tenggelam lagi.
Untukmu aku ingin menjadi langit, yang menemani terang dan gelapmu di dunia.

Gedung hijau, dengan harapan sang juara, dan deretan piala disana
Adalah tempat Tuhan mempertemukanku denganmu
Kecil, bahkan megah pun tidak
Namun, mampu menampung banyak kenangan antara kau dan aku

Aku akan menyayangimu sampai aku lupa waktu
Aku akan mencintaimu smapai aku lupa jika ada yang lebih lama dari selamanya
Percayalah, namamu besar di hati kecilku
Namamu menjadi napas dalam perbincanganku dengan Tuhan

Mencintaimu adalah bagian dari selaluku
Ku torehkan kalimat sastra dengan tinta ditemani dinginnya malam
Bukan dengan tinta biasa
Namun dengan tinta segenap rindu yang ada

Romantis bukan?

Aku mencintaimu, lelaki hebatku

-AS-


0 komentar:

Posting Komentar

Komentar anda sangat bermanfaat untuk saya. Terima Kasih