Kamis, 09 Agustus 2018

RESUME BUKU UST. FELIX SIAUW - HOW TO MASTER YOUR HABITS

Resume : How To Master Your Habits
Oleh : Alief Sucianingsih

Bagi sebagian besar manusia, keahlian adalah perkara bakat. Bagi sebagian lain, keahlian adalah masalah latihan dan pengulangan. Selain itu, terkadang kita dapat menyaksikan seseorang sangat termotivasi untuk menguasai satu keahlian, namun tidak dapat menguasainya. Disisi lain, ada seseorang yang sama sekali tidak mempunyai motivasi namun berhasil menguasai suatu keahlian.

Sebenarnya kita dapat menguasai keahlian tanpa motivasi, bahkan tanpa berpikir. Bagimana bisa? Jawabannya hanya dalam satu kata, yaitu habits. Habits yang tepat dapat dibentuk melalui practice dan repetition dalam jangka waktu tertentu. Semakin banyak satu aktivitas diulang dalam jangka waktu yang lama, maka habits akan semakin kuat. Pasti kita sudah tidak asing lagi dengan kalimat “practice make perfect”. Kalimat tersebut memiliki makna tersirat yaitu jika apapun yang kita lakukan ingin sempurna maka berlatih adalah jawabannya. Berlatih adalah bagian daripada habits.

Kita dapat menjadi apapun atau menguasai keahlian apapun yang kita inginkan bila kita benar-benar menginginkannya, dengan cara membiasakan dan membentuk habits pada diri kita. Menjadikan yang luar biasa menjadi kebiasaan. Seseorang harus memiliki strong why atau alasan yang kuat tentang mengapa ia harus melakukan hal ini atau hal itu didalam kebiasaannya. Ketika seseorang tidak memiliki strong why untuk berbuat sesuatu, maka dipastikan dia akan menundanya terus-menerus.

Pertama, lakukan dari hal yang kecil. Tidak ada yang instan di dunia ini, tidak ada suatu hal besar yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga habits harus dibentuk dari awal, konsisten, dan continue. Misalnya habits yang ingin dibentuk membaca buku, maka mulailah dengan membaca buku 10 menit saja dalam sehari,  lalu dilakukan selama kurang lebih 30 hari, maka dihari ke-31 dan seterusnya dia akan terbiasa membaca buku tanpa pengingat waktu. Karena melakukan sesuatu dengan mematok terlalu tinggi hanya akan menghasilkan rasa jenuh dan putus ditengah-tengah. Lebih baik sedikit tetapi terus-menerus dilakukan, daripada banyak diawal tetapi membuat lelah ditengah jalan sehingga merasa malas untuk melakukannya lagi.

Kedua, temukan tempat habits. Kuncinya terletak pada kata “setelah”. Letakan habits baru pada habits yang sudah solid. Contohhnya “saya akan membaca buku setelah shalat shubuh”. Ketiga, berlatihlah terus-menerus. Pada awalnya mungkin kita akan sering kali lupa untuk melakukan habits baru, maka buatlah pengingat dengan tulisan dimana saja, atau sebuah alarm, atau meminta seseorang untuk mengingatkan. Harus diingat bahwasannya habits baru ini harus dilakukan setiap hari.

Pilih salah satu keahlian, luangkan waktu lebih banyak untuk menguasainya, dan pastikan tidak ada yang lain yang lebih baik daripada melakukan keahlian itu. Action juga sangat penting karena ia adalah pertanda kesungguhan, ia pembeda antara impian dan khayalan, juga pembeda antara orang yang munafik dan yang beriman.  Action merupakan bagian dari perjuangan. Untuk membentuk sebuah kebiasaan, maka seseorang akan mengalami rasa sakit sebagai tebusan keberhasilan. No pain no gain.

1 komentar:

Komentar anda sangat bermanfaat untuk saya. Terima Kasih